Jumat, 17 Januari 2014

Asal Usul Sejarah candi Borobudur

Asal Usul Sejarah Candi Borobudur

Borobudur adalah nama sebuah candi Buddha yang terletak di Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang
yang letaknya sebelah selatan + 15 km sebelah selatan kota Magelang dataran kedu yang berbukit hampir seluruhnya di kelilingi pegunungan, pegunungan yang mengelilingi Candi Borobudur di antaranya di sebelah timur terdapat Gunung Merbabu dan Gunung Merapi Barat, Laut Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro.

Dalam etnis Tionghoa, candi ini disebut juga 婆羅浮屠 (Hanyu Pinyin: pó luó fú tú) dalam bahasa Mandarin.

ASAL USUL SEJARAH SINGKAT CANDI BOROBUDUR
WAKTU DIDIRIKAN
Banyak buku – buku sejarah yang menuliskan tentang Candi Borobudur akan tetapi kapan Candi Borobudur itu di dirikan tidaklah dapat di ketahui secara pasti
namun suatu perkiraan dapat di peroleh dengan tulisan singkat yang di pahatkan di atas pigura relief kaki asli Candi Borobudur ( Karwa Wibhangga )
menunjukan huruf sejenis dengan yang di dapatkan dari prasati di akhir abad ke – 8 sampai awal abad ke – 9
dari bukti – bukti tersebut dapat di tarik kesimpulan bahwa Candi Borobudur di dirikan sekitar tahun 800 M.

Kesimpulan tersebut di atas itu ternyata sesuai benar dengan dengan kerangka sejarah Indonesia pada umumnya dan juga sejarah yang berada di daerah jawa tengah pada khususnya
periode antara abad ke – 8 dan pertengahan abad ke – 9 di terkenal dengan abad Emas Wangsa Syailendra
kejayaan ini di tandai di bangunnya sejumlah besar candi yang di lereng – lereng gunung kebanyakan berdiri khas bangunan hindu sedangkan yang bertebaran di dataran – dataran adalah khas bangunan Budha tapi ada juga sebagian khas Hindu

Dengan demikian dapat di tarik kesimpulan bahwa Candi Borobudur di bangun oleh wangsa Syailendra yang terkenal dalam sejarah karena karena usaha untuk menjunjung tinggi dan mengagungkan agama Budha Mahayana.

Tahap Pembangunan Borobudur
* Tahap pertama
Masa pembangunan Borobudur tidak diketahui pasti (diperkirakan antara 750 dan 850 M). Pada awalnya dibangun tata susun bertingkat. Sepertinya dirancang sebagai piramida berundak. tetapi kemudian diubah. Sebagai bukti ada tata susun yang dibongkar.
* Tahap kedua
Pondasi Borobudur diperlebar, ditambah dengan dua undak persegi dan satu undak lingkaran yang langsung diberikan stupa induk besar.
* Tahap ketiga
Undak atas lingkaran dengan stupa induk besar dibongkar dan dihilangkan dan diganti tiga undak lingkaran. Stupa-stupa dibangun pada puncak undak-undak ini dengan satu stupa besar di tengahnya.
* Tahap keempat
Ada perubahan kecil seperti pembuatan relief perubahan tangga dan lengkung atas pintu.

PENEMUAN KEMBALI
Borobudur yang menjadi keajaiban dunia menjulang tinggi antara dataran rendah di sekelilingnya.

Tidak akan pernah masuk akal mereka melihat karya seni terbesar yang merupakan hasil karya sangat mengagumkan dan tidak lebih masuk akal lagi bila di katakan Candi Borobudur pernah mengalami kerusakan

Memang demikian keadaannya Candi Borobudur terlupakan selama tenggang waktu yang cukup lama bahkan sampai berabad – abad bangunan yang begitu megahnya di hadapkan pada proses kehancuran.
Kira – kira hanya 150 tahun Candi Borobudur di gunakan sebagai pusat Ziarah, waktu yang singkat di bandingkan dengan usianya ketika pekerja menghiasi / membangun bukit alam Candi Borobudur dengan batu – batu di bawah pemerintahan yang sangat terkenal yaitu SAMARATUNGGA,
sekitar tahun 800 – an dengan berakhirnya kerajaan Mataram tahu 930 M pusat kehidupan dan kebudayaan jawa bergeser ke timur

Demikian karena terbengkalai tak terurus maka lama – lama di sana – sini tumbuh macam – macam tumbuhan liar yang lama kelamaan menjadi rimbun dan menutupi bangunannya.
Pada kira – kira abad ke – 10 Candi Borobudur terbengkalai dan terlupakan.

Baru pada tahun 1814 M berkat usaha Sir Thomas Stamford Rafles Candi Borobudur muncul dari kegelapan masa silam.
Rafles adalah Letnan Gubernur Jendral Inggris, ketika Indonesia di kuasai / di jajah Inggris pada tahun 1811 M –1816 M.

Pada tahun 1835 M seluruh candi di bebaskan dari apa yang menjadi penghalang pemandangan oleh Presiden kedua yang bernama Hartman,
karena begitu tertariknya terhadap Candi Borobudur sehingga ia mengusahakan pembersihan lebih lanjut,
puing –puing yang masih menutupi candi di singkirkan dan tanah yang menutupi lorong – lorong dari bangunan candi di singkirkan semua sehingga candi lebih baik di bandingkan sebelumnya.
Foto Pertama Candi Borobudur dari tahun 1873, bendera Belanda nampak pada stupa utama candi

PENYELAMATAN 1
Semenjak Candi Borobudur di temukan dimulailah usaha perbaikan dan pemugaran kembali bangunan Candi Borobudur
mula – mula hanya dilakukan secara kecil – kecilan serta pembuatan gambar – gambar dan photo – photo reliefnya.
Pemugaran Candi Borobudur yang pertama kali di adakan pada tahun 1907 M – 1911 M di bawah pimpinan Tuan Van erf dengan maksudnya adalah untuk menghindari kerusakan – kerusakan yang lebih besar lagi dari bangunan Candi Borobudur
Teras tertinggi setelah restorasi Van Erp

walaupun banyak bagian tembok atau dinding – dinding terutama tingkat tiga dari bawah sebelah Barat Laut, Utara dan Timur Laut yang masih tampak miring dan sangat mengkhawatirkan bagi para pengunjung maupun bangunannya sendiri namun pekerjaan Van Erp tersebut untuk sementara Candi Borobudur dapat di selamatkan dari kerusakan yang lebih besar.

Mengenai gapura – gapura hanya beberapa saja yang telah di kerjakan masa itu telah mengembalikan kejayaan masa silam,
namun juga perlu di sadari bahwa tahun – tahun yang di lalui borobudur selama tersembunyi di semak – semak secara tidak langsung telah menutupi dan melindungi dari cuaca buruk yang mungkin dapat merusak bangunan Candi Borobudur,
Van Erp berpendapat miring dan meleseknya dinding – dinding dari bangunan itu tidak sangat membahayakan bangunan itu,
Pendapat itu sampai 50 tahun kemudian memang tidak salah akan tetapi sejak tahun 1960 M pendapat Tuan Van erf itu mulai di ragukan dan di khawatirkan akan ada kerusakan yang lebih parah

PEMUGARAN CANDI BOROBUDUR
Pemugaran Candi Borobudur di mulai tanggal 10 Agustus 1973
prasati dimulainya pekerjaan pemugaran Candi Borobudur terletak di sebelah Barat Laut Menghadap ke timur
karyawan pemugaran tidak kurang dari 600 orang diantaranya ada tenaga – tenaga muda lulusan SMA dan SIM
bangunan yang memang diberikan pendidikan khususnya mengenai teori dan praktek dalam bidang Chemika Arkeologi ( CA ) dan Teknologi Arkeologi ( TA )

Teknologi Arkeologi bertugas membongkar dan memasang batu - batu Candi Borobudur sedangkan Chemika Arkeologi bertugas membersihkan serta memperbaiki batu – batu yang sudah retak dan pecah,
pekerjaan – pekerjan di atas bersifat arkeologi semua di tangani oleh badan pemugaran Candi Borobudur,
sedangkan pekerjaan yang bersifat teknis seperti penyediaan transportasi pengadaaan bahan – bahan bangunan di tangani oleh kontraktor
( PT NIDYA KARYA dan THE CONTRUCTION AND DEVELOPMENT CORPORATION OF THE FILIPINE ).

Bagian – bagian Candi Borobudur yang di pugar ialah bagian Rupadhatu yaitu tempat tingkat dari bawah yang berbentuk bujur sangkar sedangkan kaki Candi Borobudur serta teras I, II, III dan stupa induk ikut di pugar pemugaran selesai pada tanggal 23 Februari 1983 M di bawah pimpinan DR Soekmono dengan di tandai sebuah batu prasati seberat + 20 Ton.

Prasasti peresmian selesainya pemugaran berada di halaman barat dengan batu yang sangat besar di buatkan dengan dua bagian satu menghadap ke utara satu lagi menghadap ke timur
penulisan dalam prasasti tersebut di tanda tangani langsung oleh tenaga yang ahli dan terampil dari Yogyakarta yang bekerja pada proyek pemugaran Candi Borobudur.

Ikhtisar Waktu Proses Pemugaran Candi borobudur
* 1814 - Sir Thomas Stamford Raffles, Gubernur Jenderal Britania Raya di Jawa, mendengar adanya penemuan benda purbakala di desa Borobudur.
Raffles memerintahkan H.C. Cornelius untuk menyelidiki lokasi penemuan, berupa bukit yang dipenuhi semak belukar.
* 1873 - monografi pertama tentang candi diterbitkan.
* 1900 - pemerintahan Hindia Belanda menetapkan sebuah panitia pemugaran dan perawatan candi Borobudur.
* 1907 - Theodoor van Erp memimpin pemugaran hingga tahun 1911.
* 1926 - Borobudur dipugar kembali, tapi terhenti pada tahun 1940 akibat krisis malaise dan Perang Dunia II.
* 1956 - Pemerintah Indonesia meminta bantuan UNESCO.
Prof. Dr. C. Coremans datang ke Indonesia dari Belgia untuk meneliti sebab-sebab kerusakan Borobudur.
* 1963 - Pemerintah Indonesia mengeluarkan surat keputusan untuk memugar Borobudur, tapi berantakan setelah terjadi peristiwa G-30-S.
* 1968 - Pada konferensi-15 di Perancis, UNESCO setuju untuk memberi bantuan untuk menyelamatkan Borobudur.
* 1971 - Pemerintah Indonesia membentuk badan pemugaran Borobudur yang diketuai Prof.Ir.Roosseno.
* 1972 - International Consultative Committee dibentuk dengan melibatkan berbagai negara dan Roosseno sebagai ketuanya.
Komite yang disponsori UNESCO menyediakan 5 juta dolar Amerika Serikat dari biaya pemugaran 7.750 juta dolar Amerika Serikat.
Sisanya ditanggung Indonesia.
* 10 Agustus 1973 - Presiden Soeharto meresmikan dimulainya pemugaran Borobudur; pemugaran selesai pada tahun 1984
* 21 Januari 1985 - terjadi serangan bom yang merusakkan beberapa stupa pada Candi Borobudur yang kemudian segera diperbaiki kembali.
Serangan dilakukan oleh kelompok Islam ekstremis yang dipimpin oleh Husein Ali Al Habsyi.
* 1991 - Borobudur ditetapkan sebagai Warisan Dunia UNESCO.
BAtu Peringatan Pemugaran candi Borobudur dengan bantuan UNESCO

ASAL USUL NAMA BOROBUDUR
Banyak teori yang berusaha menjelaskan nama candi ini.
Salah satunya menyatakan bahwa nama ini kemungkinan berasal dari kata Sambharabhudhara, yaitu artinya "gunung" (bhudara) di mana di lereng-lerengnya terletak teras-teras.
Selain itu terdapat beberapa etimologi rakyat lainnya.

Misalkan kata borobudur berasal dari ucapan "para Buddha" yang karena pergeseran bunyi menjadi borobudur.
Penjelasan lain ialah bahwa nama ini berasal dari dua kata "bara" dan "beduhur".
Kata bara konon berasal dari kata vihara, sementara ada pula penjelasan lain di mana bara berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya kompleks candi atau biara dan beduhur artinya ialah "tinggi", atau mengingatkan dalam bahasa Bali yang berarti "di atas".
Jadi maksudnya ialah sebuah biara atau asrama yang berada di tanah tinggi.

Sejarawan J.G. de Casparis dalam disertasinya untuk mendapatkan gelar doktor pada 1950 berpendapat bahwa Borobudur adalah tempat pemujaan.
Berdasarkan prasasti Karangtengah dan Kahulunan, Casparis memperkirakan pendiri Borobudur adalah raja Mataram dari wangsa Syailendra bernama Samaratungga, yang melakukan pembangunan sekitar tahun 824 M.

Bangunan raksasa itu baru dapat diselesaikan pada masa putrinya, Ratu Pramudawardhani.
Pembangunan Borobudur diperkirakan memakan waktu setengah abad.
Dalam prasasti Karangtengah pula disebutkan mengenai penganugerahan tanah sima (tanah bebas pajak) oleh Çrī Kahulunan (Pramudawardhani) untuk memelihara Kamūlān yang disebut  Bhūmisambhāra.
Istilah Kamūlān sendiri berasal dari kata mula yang berarti tempat asal muasal, bangunan suci untuk memuliakan leluhur,
kemungkinan leluhur dari wangsa Sailendra.
Casparis memperkirakan bahwa Bhūmi Sambhāra Bhudhāra dalam bahasa sansekerta yang berarti "Bukit himpunan kebajikan sepuluh tingkatan boddhisattwa", adalah nama asli Borobudur.

BANGUNAN CANDI BOROBUDUR
URAIAN BANGUNAN CANDI BOROBUDUR
Candi Borobudur di bangun mengunakan batu Adhesit sebanyak 55.000 M3
bangunan Candi Borobudur berbentuk limas yang berundak – undak dengan tangga naik pada ke – 4 sisinya ( Utara, selatan, Timur Dan Barat )
pada Candi Borobudur tidak ada ruangan di mana orang tak bisa masuk melainkan bisa naik ke atas saja.

Lebar bangunan Candi Borobudur 123 M
Panjang bangunan Candi Borobudur 123 M
Pada sudut yang membelok 113 M
Dan tinggi bangunan Candi Borobudur 30.5 M

Pada kaki yang asli di di tutup oleh batu Adhesit sebanyak 12.750 M3 sebagai selasar undaknya.

Candi Borobudur memiliki struktur dasar punden berundak, dengan enam pelataran berbentuk bujur sangkar, tiga pelataran berbentuk bundar melingkar dan sebuah stupa utama sebagai puncaknya.
Selain itu tersebar di semua pelatarannya beberapa stupa.

Sepuluh pelataran yang dimiliki Borobudur menggambarkan secara jelas filsafat mazhab Mahayana.
Bagaikan sebuah kitab, Borobudur menggambarkan sepuluh tingkatan Bodhisattva yang harus dilalui untuk mencapai kesempurnaan menjadi Buddha.

Bagian kaki Borobudur melambangkan Kamadhatu, yaitu dunia yang masih dikuasai oleh kama atau "nafsu rendah".
Bagian ini sebagian besar tertutup oleh tumpukan batu yang diduga dibuat untuk memperkuat konstruksi candi.
Pada bagian yang tertutup struktur tambahan ini terdapat 120 panel cerita Kammawibhangga.
Sebagian kecil struktur tambahan itu disisihkan sehingga orang masih dapat melihat relief pada bagian ini.

Empat lantai dengan dinding berelief di atasnya oleh para ahli dinamakan Rupadhatu.
Lantainya berbentuk persegi.
Rupadhatu adalah dunia yang sudah dapat membebaskan diri dari nafsu, tetapi masih terikat oleh rupa dan bentuk.
Tingkatan ini melambangkan alam antara yakni, antara alam bawah dan alam atas.
Pada bagian Rupadhatu ini patung-patung Buddha terdapat pada ceruk-ceruk dinding di atas ballustrade atau selasar.

Mulai lantai kelima hingga ketujuh dindingnya tidak berelief.
Tingkatan ini dinamakan Arupadhatu (yang berarti tidak berupa atau tidak berwujud).
Denah lantai berbentuk lingkaran.
Tingkatan ini melambangkan alam atas, di mana manusia sudah bebas dari segala keinginan dan ikatan bentuk dan rupa, namun belum mencapai nirwana.
Patung-patung Buddha ditempatkan di dalam stupa yang ditutup berlubang-lubang seperti dalam kurungan.
Dari luar patung-patung itu masih tampak samar-samar.

Tingkatan tertinggi yang menggambarkan ketiadaan wujud dilambangkan berupa stupa yang terbesar dan tertinggi.
Stupa digambarkan polos tanpa lubang-lubang.
Di dalam stupa terbesar ini pernah ditemukan patung Buddha yang tidak sempurna atau disebut juga unfinished Buddha, yang disalahsangkakan sebagai patung Adibuddha, padahal melalui penelitian lebih lanjut tidak pernah ada patung pada stupa utama, patung yang tidak selesai itu merupakan kesalahan pemahatnya pada zaman dahulu.
menurut kepercayaan patung yang salah dalam proses pembuatannya memang tidak boleh dirusak.
Penggalian arkeologi yang dilakukan di halaman candi ini menemukan banyak patung seperti ini.

Di masa lalu, beberapa patung Buddha bersama dengan 30 batu dengan relief, dua patung singa, beberapa batu berbentuk kala, tangga dan gerbang dikirimkan kepada Raja Thailand, Chulalongkorn yang mengunjungi Hindia Belanda (kini Indonesia) pada tahun 1896 sebagai hadiah dari pemerintah Hindia Belanda ketika itu.

Borobudur tidak memiliki ruang-ruang pemujaan seperti candi-candi lain.
Yang ada ialah lorong-lorong panjang yang merupakan jalan sempit.
Lorong-lorong dibatasi dinding mengelilingi candi tingkat demi tingkat.
Di lorong-lorong inilah umat Buddha diperkirakan melakukan upacara berjalan kaki mengelilingi candi ke arah kanan.
Bentuk bangunan tanpa ruangan dan struktur bertingkat-tingkat ini diduga merupakan perkembangan dari bentuk punden berundak, yang merupakan bentuk arsitektur asli dari masa prasejarah Indonesia.

Struktur Borobudur bila dilihat dari atas membentuk struktur Mandala.

Struktur Borobudur tidak memakai semen sama sekali, melainkan sistem interlock yaitu seperti balok-balok Lego yang bisa menempel tanpa lem.

PATUNG
Di dalam bangunan Budha terdapat patung – patung Budha berjumlah 504 buah diantaranya sebagai berikut:
Patung Budha yang terdapat pada relung – relung : 432 Buah
Sedangkan pada teras – teras I, II, III berjumlah : 72 Buah
Jumlah : 504 Buah

Agar lebih jelas susunan – susunan patung Budha pada Budha sebagai berikut:
1. Langkah I Teradapat : 104 Patung Budha
2. Langkah II Terdapat : 104 Patung Budha
3. Langkah III Terdapat : 88 Patung Budha
4. Langkah IV Terdapat : 22 Patung Budha
5. Langkah V Terdapat : 64 Patung Budha
6. Teras Bundar I Terdapat : 32 Patung Budha
7. Teras Bundar II Terdapat : 24 Patung Budha
8. Teras Bundar III Terdapat : 16 Patung Budha
Jumlah : 504 Patung Budha

Sekilas patung Budha itu tampak serupa semuanya namun sesunguhnya ada juga perbedaannya perbedaan yang sangat jelas dan juga yang membedakan satu sama lainya adalah dalam sikap tangannya yang di sebut Mudra dan merupakan ciri khas untuk setiap patung
sikap tangan patung Budha di Candi Borobudur ada 6 macam hanya saja karena macam oleh karena macam mudra yang di miliki menghadap semua arah (Timur Selatan Barat dan Utara) pada bagian rupadhatu langkah V maupun pada bagian arupadhatu pada umumnya menggambarkan maksud yang sama maka jumlah mudra yang pokok ada 5
kelima mudra itu adalah Bhumispara – Mudra Wara – Mudra, Dhayana – Mudra, Abhaya – Mudra, Dharma Cakra – Mudra.

PATUNG SINGA
Pada Candi Borobudur selain patung Budha juga terdapat patung singa jumlah patung singa seharusnya tidak kurang dari 32 buah akan tetapi bila di hitung sekarang jumlahnya berkurang karena berbagai sebab satu satunya patung singa besar berada pada halaman sisi Barat yang juga menghadap ke barat seolah – olah sedang menjaga bangunan Candi Borobudur yang megah dan anggun.

STUPA
- Stupa Induk
Berukuran lebih besar dari stupa – stupa lainya dan terletak di tengah – tengah paling atas yang merupakan mhkota dari seluruh monumen bangunan Candi Borobudur,
garis tengah Stupa induk + 9.90 M puncak yang tertinggi di sebut pinakel / Yasti Cikkara, terletak di atas Padmaganda dan juga trletak di garis Harmika.
- Stupa Berlubang / Terawang
Yang dimaksud stupa berlubang atau terawang ialah Stupa yang terdapat pada teras I, II, III di mana di dalamnya terdapat patung Budha.
Di Candi Borobudur jumlah stupa berlubang seluruhnya 72 Buah, stupa – stupa tersebut berada pada tingkat Arupadhatu
Teras I terdapat 32 Stupa
Teras II terdapat 24 Stupa
Teras III terdapat 16 Stupa
Jumlah 72 Stupa
- Stupa kecil
Stupa kecil berbentuk hampir sama dengan stupa yang lainya hanya saja perbedaannya yang menojol adalah ukurannya yang lebih kecil dari stupa yang lainya, seolah – olah menjadi hiasan bangunan Candi Borobudur keberadaanstupa ini menempati relung – relung pada langkah ke II saampai langkah ke V sedangkan pada langkah I berupa Keben dan sebagian berupa Stupa kecil jumlah stupa kecil ada 1472 Buah.

RELIEF
Di setiap tingkatan dipahat relief-relief pada dinding candi.
Relief-relief ini dibaca sesuai arah jarum jam atau disebut mapradaksina dalam bahasa Jawa Kuna yang berasal dari bahasa Sansekerta daksina yang artinya ialah timur.
Relief-relief ini bermacam-macam isi ceritanya, antara lain relief-relief cerita jātaka.

Pembacaan cerita-cerita relief ini senantiasa dimulai, dan berakhir pada pintu gerbang sisi timur di setiap tingkatnya, mulainya di sebelah kiri dan berakhir di sebelah kanan pintu gerbang itu.
Maka secara nyata bahwa sebelah timur adalah tangga naik yang sesungguhnya (utama) dan menuju puncak candi, artinya bahwa candi menghadap ke timur meskipun sisi-sisi lainnya serupa benar.

Secara runtutan, maka cerita pada relief candi secara singkat bermakna sebagai berikut :
KARMAWIBHANGGA
Sesuai dengan makna simbolis pada kaki candi,
relief yang menghiasi dinding batur yang terselubung tersebut menggambarkan hukum karma.
Deretan relief tersebut bukan merupakan cerita seri (serial),
tetapi pada setiap pigura menggambarkan suatu cerita yang mempunyai korelasi sebab akibat.
Relief tersebut tidak saja memberi gambaran terhadap perbuatan tercela manusia disertai dengan hukuman yang akan diperolehnya,
tetapi juga perbuatan baik manusia dan pahala.
Secara keseluruhan merupakan penggambaran kehidupan manusia dalam lingkaran lahir - hidup - mati (samsara) yang tidak pernah berakhir, dan oleh agama Buddha rantai tersebutlah yang akan diakhiri untuk menuju kesempurnaan

LALITAWISTARA
Merupakan penggambaran riwayat Sang Buddha dalam deretan relief-relief (tetapi bukan merupakan riwayat yang lengkap )
yang dimulai dari turunnya Sang Buddha dari sorga Tusita, dan berakhir dengan wejangan pertama di Taman Rusa dekat kota Banaras.
Relief ini berderet dari tangga pada sisi sebelah selatan, setelah melampui deretan relief sebanyak 27 pigura yang dimulai dari tangga sisi timur.
Ke-27 pigura tersebut menggambarkan kesibukan, baik di sorga maupun di dunia, sebagai persiapan untuk menyambut hadirnya penjelmaan terakhir Sang Bodhisattwa selaku calon Buddha.
Relief tersebut menggambarkan lahirnya Sang Buddha di arcapada ini sebagai Pangeran Siddhartha, putra Raja Suddhodana dan Permaisuri Maya dari Negeri Kapilawastu.
Relief tersebut berjumlah 120 pigura, yang berakhir dengan wejangan pertama, yang secara simbolis dinyatakan sebagai Pemutaran Roda Dharma, ajaran Sang Buddha di sebut dharma yang juga berarti "hukum", sedangkan dharma dilambangkan sebagai roda.

JATAKA DAN AWADANA
Jataka adalah cerita tentang Sang Buddha sebelum dilahirkan sebagai Pangeran Siddharta.
Isinya merupakan pokok penonjolan perbuatan baik, yang membedakan Sang Bodhisattwa dari makhluk lain manapun juga.
Sesungguhnya, pengumpulan jasa/perbuatan baik merupakan tahapan persiapan dalam usaha menuju ketingkat ke-Buddha-an.

Sedangkan Awadana, pada dasarnya hampir sama dengan Jataka akan tetapi pelakunya bukan Sang Bodhisattwa, melainkan orang lain dan ceritanya dihimpun dalam kitab Diwyawadana yang berarti perbuatan mulia kedewaan, dan kitab Awadanasataka atau seratus cerita Awadana.
Pada relief candi Borobudur jataka dan awadana, diperlakukan sama, artinya keduanya terdapat dalam deretan yang sama tanpa dibedakan.
Himpunan yang paling terkenal dari kehidupan Sang Bodhisattwa adalah Jatakamala atau untaian cerita Jataka, karya penyair Aryasura dan jang hidup dalam abad ke-4 Masehi.

GANDAWYUHA
Merupakan deretan relief menghiasi dinding lorong ke-2,adalah cerita Sudhana yang berkelana tanpa mengenal lelah dalam usahanya mencari Pengetahuan Tertinggi tentang Kebenaran Sejati oleh Sudhana.
Penggambarannya dalam 460 pigura didasarkan pada kitab suci Buddha Mahayana yang berjudul Gandawyuha, dan untuk bagian penutupnya berdasarkan cerita kitab lainnya yaitu Bhadracari.

ARCA BUDDHA
Selain wujud buddha dalam kosmologi buddhis yang terukir di dinding, di Borobudur terdapat banyak arca buddha duduk bersila dalam posisi lotus serta menampilkan mudra atau sikap tangan simbolis tertentu.

Patung buddha dalam relung-relung di tingkat Rupadhatu, diatur berdasarkan barisan di sisi luar pagar langkan.
Jumlahnya semakin berkurang pada sisi atasnya.
Barisan pagar langkan pertama terdiri dari 104 relung, baris kedua 104 relung, baris ketiga 88 relung , baris keempat 72 relung, dan baris kelima 64 relung.
Jumlah total terdapat 432 arca Buddha di tingkat Rupadhatu.
Pada bagian Arupadhatu (tiga pelataran melingkar), arca Buddha diletakkan di dalam stupa-stupa berterawang (berlubang).
Pada pelataran melingkar pertama terdapat 32 stupa, pelataran kedua 24 stupa, dan pelataran ketiga terdapat 16 stupa, semuanya total 72 stupa.

Dari jumlah asli sebanyak 504 arca Buddha, lebih dari 300 telah rusak (kebanyakan tanpa kepala) dan 43 hilang (sejak penemuan monumen ini, kepala buddha sering dicuri sebagai barang koleksi, kebanyakan oleh museum luar negeri).

Secara sepintas semua arca buddha ini terlihat serupa, akan tetapi terdapat perbedaan halus diantaranya, yaitu pada mudra atau posisi sikap tangan.
Terdapat lima golongan mudra: Utara, Timur, Selatan, Barat, dan Tengah, kesemuanya berdasarkan lima arah utama kompas menurut ajaran Mahayana.

Keempat pagar langkan memiliki empat mudra: Utara, Timur, Selatan, dan Barat,
dimana masing-masing arca buddha yang menghadap arah tersebut menampilkan mudra yang khas.
Arca Buddha pada pagar langkan kelima dan arca buddha di dalam 72 stupa berterawang di pelataran atas menampilkan mudra: Tengah atau Pusat.
Masing-masing mudra melambangkan lima Dhyani Buddha;
masing-masing dengan makna simbolisnya tersendiri

Sedikit Foto - Foto dari Candi Borobudur

















Diambil dari Wikipedia Indonesia & Scribd
print halaman iniPrint halaman ini

67 comments:

mebel jepara mengatakan...
bagus gan infonya...
mebel minimalis mengatakan...
informasi yang saya cari,,, terima kasih ya, ijin copas
Ahmad Shobarudin mengatakan...
izin sedot gan..
Anonim mengatakan...
KESALAHAN TERBESAR ADALAH MEYAKINI SEJARAH YANG TIDAK JELAS ASAL-USULNYA. ORANG BUDHA SENDIRI TIDAK FAHAM SECARA UTUH TENTANG BOROBUDUR, MEREKA HANYA KEBETULAN MENEMUKAN SITUS YANG SUDAH ADA DAN DI KLAIM MENJADI MILIK ORANG BUDHA SAAT ITU…………………………………………
Anonim mengatakan...
INDONESIA ITU PENUH SEJARAH YANG GAK BENAR TAPI DIJADIKAN PEDOMAN, JANGANKAN SEJARAH CANDI BOROBUDUR YANG SUDAH RIBUAN TAHUN YG LALU.... SUPERSEMAR YANG BARU 50 TAHUN AJA KITA GAK TAUH SEJARAH KEBENARANNYA.........HA..HA..HA..
Artikel yang sangat Menarik dan bermanfaat bagi orang banyak !
Ijin Copas ya !


http://agungsulistyo.blogspot.com
http://www.smkn2tmg.net
miranthy mahmudi mengatakan...
Apa benar borobudur peninggalan agama budha ????
terus emng bener itu batu di pahat????
armstrong indonesia mengatakan...
keren keren keren bkin nambah wawasan nih...........
security services mengatakan...
apa kah mang benar itu peninggalan agama budha ?
apa kah ada bukti nya ?
industrialmaintenance mengatakan...
saya masih penasaran apa bila itu di buat oleh manusia mungkin kah itu trjdi
dan siapa yg msakin nasi buat mereka ?
jantung koroner mengatakan...
sungguh luar biasa artikel ini yang bsa membuat saya menambah wawasan
ciyyyuuuussss
motivator indonesia mengatakan...
amazingggggggggggg
RTV Jawa Pos Group mengatakan...
http://www.youtube.com/watch?v=BuVuxuXBTe0
azis mengatakan...
Bisnis internet sangatlah menjanjikan, inilah salah satu bisnis internet berdiri sejak tahun 1997, dengan mendaftar anda akan dapat komsisi $10 dan profit setiap hari segera daftar di http://profitclicking.com/?r=XzMpdUSyRV
pemeriharaan mesin mengatakan...
semoga bermanfaat
parking mengatakan...
keren
Armstrong Indonesia mengatakan...
bagus
motivator indonesia mengatakan...
mantap
salam kenal
jantung koroner mengatakan...
tips yang bagus
Anonim mengatakan...
Buka mata lebar2... Liat patung2 apa itu? Sudah jelas itu patung gotama. :)
Anonim mengatakan...
Kenapa jadi permasalahan? Irikah kalau budaya Orang hindu-buddha bisa menghasilkan karya liar biasa? Moyang anda sendiri yang membangunnya. Kenapa jadi lupa jati diri sendiri? Belajarlah ada 1 negara yang mempertahankan budayanya ; dimanapun dan kapanpun Kita berada harus tetap ingat Kita berasal darimana. Silahkan belajar lebih banyak lagi...dan bukan Orang buddha sendiri yang mengklaim nya. Lihat dari patung beserta reliefnya dunia jg tau inilah situs peninggalan buddha. :)
Note: * belajar Buka mata lebar2... :)
* belajar berhati luas Liat dunia.
Septian's_Sevenfold mengatakan...
thank's gan...
Anonim mengatakan...
Makasih infonya kaka ^^
Bisa bikin puisi tentang borobudur nih :D
catur aji mengatakan...
indonesia sungguh kaya akan peninggalan sejarah
AKU BANGGA JADI ANAK INDONESIA
Yeee
Hadi mengatakan...
candi borobudur adalah peninggalan nabi sulaeman, dahulu masuk wilayah sleman, candi ini sudah ada pada abad 8 SM,berbagai kisah nabi sulaeman tercatar dalam relief candi tsb, candi itu merupakan maha karya nabi sulaeman dengan para prajuritnya yaitu para jin dan semua jin tunduk kepada nabi sulaeman, bahkan semua binatang dan pohon karena kebesaran Allah ...nabi diberi keajaiban untuk dapat komunikasi.
Anonim mengatakan...
Penemuan dai DLA(Dzikrulloh Lil Alamin) tentang candi Borobudur versi Al-quran oleh Kyai Haji Fasim Basa menyimpulkan bahwa candi borobudur adalah peningalan Nabi Sulaiman. Bukti-buktinya ada pada hasil penelitian Beliau....data hasil temuan beliau ada sama saya...
Anonim mengatakan...
Sungguh bangga sebagai pewarisnya, Betapa mereka memuja hingga membuatkan candi begitu hebatt. Terimakasiihhhh ......
Anonim mengatakan...
bangunan bisa pugar, direnovasi, bahkan diganti..
pikir sendiri
Anonim mengatakan...
Borobudur memang mantap, terletah diwilayah NKRI, warisan nenek moyang indonesia terutama kaum budha, kenapa di hubung hubungkan lg dgn alquran pd hal itu jls tempat ibada agama budha. Apa borobudur mau di islamkan lagi,,
Katon Lms mengatakan...
mantaf neh... beda pndapat ga msalah. itu bgian dri warna hidup. mantaf indonesiaku
Katon Lms mengatakan...
mantaf neh... beda pndapat ga msalah. itu bgian dri warna hidup. mantaf indonesiaku
Katon Lms mengatakan...
mantaf neh... beda pndapat ga msalah. itu bgian dri warna hidup. mantaf indonesiaku
Katon Lms mengatakan...
mantaf neh... beda pndapat ga msalah. itu bgian dri warna hidup. mantaf indonesiaku
obat ejakulasi dini mengatakan...
info yang sangat bermanfaat bagi kita yang membacanya
obat herbal tricajus mengatakan...
bagus informasinya sangat mudah di pahami
kertarajasa jayawardhana mengatakan...
Beautiful
kertarajasa jayawardhana mengatakan...
Mengunjungi,berarti ikut menghargai warisan leluhur
narko keche mengatakan...
Ikut yg bener aja dah
narko keche mengatakan...
Sory gan mau peninggalan budha or hindu yang penting kita tetep damai?
Anonim mengatakan...
Lewat karya berupa borobudur inilah kita tau, masa lalu indonesia itu hebat, bikin bangga, peninggalan jaman hindu - budha......
Anonim mengatakan...
Kenapa yah sebagaian orang islam memaksakan bahwa itu peninggalan Sulaiman? Sebaiknya belajar sejarah yang bener dulu deh, tanya para ahli, jangan mengklaim seenaknya..
shifa punya mengatakan...
yah semua orang punya pendapat dan keyakinan masing-masing,
terlepas dari itu semua, semua tentu merupakan kuasa illahi...
kebenaran pasti akan terungkap kok.
so, peace kawan...
cah semarang mengatakan...
Anonim asu cgkmn tok
Anonim mengatakan...
Anonim rese! emng lu tau abis secara mendetail agama lu ? jgn" sholat 7 waktu aja g prnh! gue yg agama setengah budha terhina! lo aja gtw asal usul napa B2 itu diharamin ? cuma tau kotor!
Anonim mengatakan...
Plis ye jadi orng punya pndangan beda ! lo gad persatuan gmau terima perbedaan , KLUAR LO DARI INDO ! Gue non muslim masih bisa ngehargain lu, jgn mentang" gitu lo bsa ngehina peninggalan budha! JANGAN MAEN SARA BRO!
Anonim mengatakan...
GUE AJA GINI" DH TAU LETAK EMAS EL DORADO! JADI ORNG GATAU APA" GAUSAH RESE! tambah lagi klo lu bolot cuma mandang SARA
Anonim mengatakan...
3 comment anonim diatas ini punya PJS
THX YG G MANDANG SARA
Anonim mengatakan...
1 lagi klo lu punya bukti kuat untuk ngebuktiin borobudur peninggalan islam , LABRAK AJA ARKEOLOG , itu sih klo lo ada bukti kuat berdasarkan fakta bukan dari buku agama.. bisa aja orng buat versi mengarang bebas
Ginanjar Moogy Waluyo mengatakan...
http://www.youtube.com/watch?v=W344Ijvxg6w
insan cinta damai aza. mengatakan...
Secara nalar manusia byk yg "tidak mungkin" dpt dilakukan manusia zaman dulu, tapi spt di akui umat manusia di dunia bahwa Ka'bah dibangun oleh nabi Ibrahim as,pasti benar pendapat sdr Hadi klo Borobudur dibangun oleh nabi Sulaiman. siapapun & agama apapun yg mmbangun kemegahan di dunia,smua atas ijin ALLAH SWT tentunya. jadi itulah salah satu bukti kebesaran dan kekuasaan tuhan.
NSR mengatakan...
Hanya Allah yg tau :)
fitrah al fajar mengatakan...
seneng bca komen kalian,,,
seruuuuu
Anonim mengatakan...
hihihi..sudah sudah makan dulu sana ada ayam spesial :D

jgn merusak persatuan mas dan mba bro,SARA udah dilarang kn sejak dulu..berbeda pendapat itu wajar,yg ga wajar adalah saling menekan dan memastikan pendapat sendiri yg benar..kalo udah saling maksa untuk menerima pendapat masing-masing,ujung-ujungnya perang saudara :)

(posting netral tidak memihak manapun)
Rokhwin Hidayat mengatakan...
Peninggalan buda / islam tidak masalah, yg penting jngn saling menyalahkan indonesia 1 dan kita harus tetap bersatu, menjaga peninggalan sejarah
Anonim mengatakan...
Dari jumlah asli sebanyak 504 arca Buddha, lebih dari 300 telah rusak (kebanyakan tanpa kepala) dan 43 hilang (sejak penemuan monumen ini, kepala buddha sering dicuri sebagai barang koleksi, kebanyakan oleh museum luar negeri). kenapa pemerintah RI tidak meminta kembali kepala-kepala tersebut dari museum di negara lain, karena kepala-kepala itu adalah bagian dari Mahakarya bangsa Indonesia yang wajib dillindungi..
Fajar Dwi Maarif mengatakan...
Sebenarnya Candi Borobudur Di bangun Oleh NABI SULAIMAN AS dan para PRAJURITNYA(Jin) ,,,, Arsy' yang ada di Borobudur jika di Tarik garis lurus akan sejajar Dengan KA'BAH ..
nova mengatakan...
yang jelas menurut islam dan al Quran yg benar.. di dalam al quran di ceritakan semua tentang asal muasal kehidupan, dari hidup sampai mati..al Quran tidak pernah bohong dan mengada ada.. camkan itu baik baik..
ivan verys mengatakan...
Makasih gan udah share blognya ..........................




bisnistiket.co.id
sanak sayan mengatakan...
Hanya ALLAH sang Pencipta Bumi yg Maha mengetahui asal usul smua keajaiban Dunia....SubhanaALLAAHHH. ..
Anonim mengatakan...
??
Anonim mengatakan...
Perahu nabi NUH aja ketemu digunung judi,Armenia,turki. Skrng borobudur ???subhanallah.ALLAH menampakkan apa yng tdk km ketahui.IQRAA.BACALAH, !!
ini ibu budha dan budhi mengatakan...
Apakah komen2 ini.. selaw dong. Yang penting tuh banyak baca banyak pengetahuan. Tererengkyu infonya. Beropini sambil selaw selaw aia ya.MERDEka
Anonim mengatakan...
memang benar candi borobudur itu nabi sulaiman lah yang membuat yang di bantu oleh makhluk lain. dan nabi sulaiman di beri mukjizat dapat berbicara dengan tumbuhan serta hewan :)
Feri mengatakan...
SUBHANALLAH... MAAF YA KAWAN-KAWAN... ITULAH KEAJAIBAN INDONESIA...
Feri mengatakan...
ternyata setelah saya lihat video penemuan salah satu dosen UIN JAKARTA. bahwa candi borobudur itu terbukti hasil karya jin dibawah kepemimpinan Nabi Sulaiman. dan itu terbukti dengan ayat-ayat Al-qur'an yang menyatakannya. dan patung-patung budha yang berada diatasnya itu juga benar peninggalan kaum yang menyembah matahari. akan tetapi itu berasal dari kerajaan ratu Balqis yang pada saat itu menyembah matahari.

jangankan kebenaran mengenai para nabi yang ada di candi itu. mengenai kemerdekaan Indonesia pun telah disebutkan pada Candi itu. dengan angka 17 45 8.

Bukti pertama... bagaimana bisa zaman ke 8 masehi ada manusia yang memahat patung sehingga dengan relief berlekuk seperti itu.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar